Lampung Terbaik 2 Penurunan Stunting, Sudin Bilang Masih Tinggi

Selasa, 24 Januari 2023 10:09 WIB

Share
Sudin ketika memotong tumpeng HUT 50 PDIP (Foto Hajim/Poskota Lampung)
Sudin ketika memotong tumpeng HUT 50 PDIP (Foto Hajim/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Ketua DPD PDIP Lampung Sudin menilai kasus stunting masih tinggi di Provinsi Lampung. Dia menyampaikan pesan Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri agar para kadernya ikut menurunkan kasus stunting.

"Boleh dicek berapa penurunan angka stunting di Kabupaten Lampung Selatan, Tulangbawang, Lampung Barat dan Tanggamus," katanya di sela acara HUT ke-50 PDIP dan Megawati di Sekretariat PDIP Lampung, Kota Bandarlampung, Minggu (23/1/2023).

Pengakuan Sudin, dia sudah memberikam arahan kepada anggota fraksinya di DPRD Lampung agar menambah APBD penanganan kasua stunting agar bisa ditangani dengan baik.

"Bahkan, kami sudah memberikan arahan kepada semua DPC -DPC untuk ikut bergotong royong membantu pemerintah bagaimana menurunkan angka stunting di wilayah masing-masing." tuturnya.

"Setiap rumah harus memiliki lahan  kosong untuk ditanami sayuran dan tanaman lain yang bermanfaat untuk mencegah stunting," tandasnya.

TERBAIK 2 NASIONAL

Akhir tahun lalu, Senin, 12 Desember 2022, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan mengatakan penurunan angka stunting Provinsi Lampung tahun 2022 masuk peringkat 2 terbaik Nasional.

Pada tahun 2021, angka stunting 18,8 persen, masuk 5 besar nasional. Tahun 2022, angkanya turun menjadi 15,8 persen atau nomor 2 nasional," kata Mulyadi.

Dia mengatakan, penurunan angka stunting ini diharapkan terus terjadi setiap tahunnya. Terutama target setiap tahunnya penurunan sebesar 3 persen.

"Sehingga kalau dari target nasional di tahun 2024 kan target penurunan nya 14 persen. Kalau kita bisa setiap tahunnya bisa turun 3 persen maka kita bisa di bawah angka nasional," lanjut Mulyadi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar