Jelang Pembukaan Porprov IX Lampung, Pengelola Sudah Terlihat Tak Profesional

Senin, 5 Desember 2022 11:36 WIB

Share
Pertandingan sepak bola Porprov IX Lampung berakhir dengan sepak terjang (Foto Ist/Poskota Lampung)
Pertandingan sepak bola Porprov IX Lampung berakhir dengan sepak terjang (Foto Ist/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Porprov IX Lampung baru akan dibuka di Stadion Pahoman, Senin malam (5/12/2022), pengelolaannya sudah terlihat tak profesional. Mereka tak antisipasi dan tak bisa berbuat banyak saat pertandingan sepak bola main gebuk di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Wayhalim, Sabtu (3-12-2022).

Pada babak penyisihan pertandingan sepak bola Porprov IX Lampung, penyelenggaranya membiarkan seratusan penonton yang jadi sporter Kesebelasan Sepak Bola Kota Metro masuk stadion. Mereka bahkan membawa tabuh-tabuhan. 

Petugas keamanan yang terlihat Poskota Lampung hanya satu orang. Akibatnya, ketika terjadi keributan, tak bisa berbuat banyak dan bertindak cepat mengendalilan situasi saat pemain sepak bola Kota Metro menggebuk para wasit.

Padahal, setelah Tragedi Kanjuruhan, para penyelenggara pertandingan sepak bola untuk sementara tanpa penonton di berbagai pertandingan sepak bola. Ketua Asprov PSSI Lampung Edy Syamsu melarang adanya penonton sepak bola.

Munizar, pewarta yang meliput pertandingan melihat kehadiran seratusan suporter dari Kota Metro setidaknya ikut mempengaruhi secara psikologis para pemain sepak bola yang didukungnya menjadi lebih "berani".

Para offisial Kota Metro alih-alih proaktif meredam emosi pemain malah jadi ikut mengeroyok wasit. Sampai-sampai, pengawas pertandingan yang bermaksud melerai turut kena bogem mentah.

Kericuhan dipicu kartu merah yang diberikan wasit kepada salah seorang pemain Kota Metro pada 10 menit babak kedua dengan skor imbang 1-1.

Saat itu, kesebelasan Kota Metro mendapatkan hadiah tendangan bebas, sekitar tiga meter di luar kotak pinalti kesebelasan Lampung Tengah. Hadiah tendangan bebas itu, menyusul pelanggaran salah seorang pemain Lampung Tengah.

Belum sempat tendangan bebas dilakukan, tiba-tiba wasit mengeluarkan kartu merah untuk salah seorang pemain Metro. Kartu merah itu, diduga diberikan karena pemain Metro melakukan protes keras dengan mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada wasit.

Tak terima dengan kartu merah itu, official kesebelasan Metro melakukan protes keras dari pinggir lapangan. Mereka pun meminta para pemain Metro untuk keluar dari lapangan. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar