Petani Belum Jaya Aksi Tolak Sewa Lahan Kotabaru

Kamis, 24 November 2022 21:19 WIB

Share
Para petani unjuk rasa (Foto Hajim/Poskota Lampung)
Para petani unjuk rasa (Foto Hajim/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Ratusan petani Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan yang mengaku belum jaya dan masih terima PKH BPNT aksi menolak kebijakan sewa lahan untuk bercocok tanam ke DPRD Lampung, Kamis (24/11/2022).

"Hati kami miris, kami ini rakyat  penerima PKH BPNT yang butuh perhatian pemerintah," ujar pengunjuk rasa. PKH BPNT adalah Program Keluarga Harapan Bantuan Pangan Non Tunai.

Mereka bergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung unjuk rasa tolak kebijakan Pemprov Lampung yang memberlakuan sewa terhadap lahan Kota Baru di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung, Kamis (24/11/2022)

Aksi unjuk rasa petani berasal dari Desa Sinar Rejeki, Desa Sindang Anom dan Desa Purwotani, Kabupaten Lampung Selatan. 

Sebelumnya lahan tersebut merupakan wilayah Kehutanan Register 40 Gedong Wani memiliki sejarah panjang yang melekat dengan masyarakat setempat, " kata salah satu Petani, dari Desa Purwatani, Lampung Selatan

Pihaknya terus satukan suara meminta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi cabut Surat Keputusan Nomor G/293/VI.02/HK/2022 tentang Penetapan Sewa Lahan Kota Baru.

Kita minta cabut SK gubernur penyewaan lahan Kota Baru. Slogan gubernur petani berjaya. Bagaimana bisa berjaya sukses kalau lahan saja disuruh sewa. 

Alasan PAD dari mana? Sudah digodok, sudah dimusyawarah, kapan musyawarah nya? Disini kami menjerit, hati kami miris, kami ini rakyat  penerima PKH BPNT yang butuh perhatian pemerintah,"ujar salah satu petani yang mengikuti unjuk rasa tak ingin namanya di sebut.

"Kenapa bapak ibu justru akan menelantarkan kami. Apalagi sekarang numpang bercocok tanam di lahan kota baru, 2017 dapat izin lisan untuk bercocok tanam. Kalau mau dibuat bangunan kita siap, sekarang malah timbul sewa menyewa, itu membuat sejahtera atau sebaliknya,"ujarnya [Hajim]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar