Bau Busuk Sejak 2010 Penerimaan Mahasiswa Unila Makin Menyeruak

Kamis, 24 November 2022 08:39 WIB

Share
Ilustrasi
Ilustrasi

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Baru satu tersangka disidangkan kasus "jual-beli kursi" mahasiswa baru Unila, masih ada tiga lagi aktor utamanya, namun bau busuk yang selama ini tersimpan rapat mulai berhamburan menyeruak dari Kampus Hijau.

Soal korupsi dan titip menitip calon mahasiswa baru ini ternyata bukan hanya tahun 2022. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UUnila, Prof Yulianto, mengatakan setahunya sejak tahun 2010.

Tentu saja, mereka yang punya akses kekuasaan yang bisa bermain, kalangan politikus, pejabat, hingga pengusaha tenar. Ada nama-nama top yang belum muncul. Dalam BAP KPK, ada 33 saksi dan mungkin akan bertambah lagi.

Prof Yulianto Yulianto mengaku menitipkan empat mahasiswa: 2 untuk jurusan FKIP (mahasiswa), 1 FISIP, dan 1 Hukum. Dia menitipkan keempat mahasiswa agar lulus kepada dekan dan terakhir keputusan rektor,” ujarnya. 

 

Tahun lalu, 2021, dia memberkan uang Rp50 juta untuk Gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC).

Dekan Fakultas Kedokteran Dyah Wulan Sumekar juga mengatakan dirinya menitipkan tiga calon mahasiswa FK lewat jalur afirmasi tahun 2022 ke Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Heryandi.

Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti, Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan tidak ada aturan bagi pejabat Universitas bisa menitipkan mahasiswa lewat jalur afirmasi.

Pasalnya, jalur afirmasi dibuat untuk orang yang tidak mampu dan masuk dalam kategori tiga T yakni tertinggal, terdepan dan terluar. Sementara, pejabat dan dosen Unila tidak masuk dalam kategori tersebut. [Miky]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar