Dinas PU Bandarlampung Diduga 'Terajang' Perda, Bikin Lampu Hias Tanpa Diketahui Dinas Terkait
Rabu, 23 November 2022 14:01 WIB
Share
Lampu jalan yang pas antara trotoar dan tepi jalan (Foto Hajim/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Akhirnya, terjawab sudah, kotak beton yang sempat "misterius" yang merusak trotoar dan bisa membahayakan pejalan kaki tiba-tiba muncul pekan lalu tanpa ada keterangan dan pelindung ternyata untuk dudukan lampu hias. 

Anehnya, proyek untuk keindahan kota itu tak diketahui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTS), Kadis Perumahan dan Pemukiman, dan Satpol PP sebagai pengawas pelaksanaan ketertiban.

Lampu hias berornamen ragam hias Lampung tersebut telah tegak lurus di atas trotoar. Pantauan Poskota Lampung, Selasa (22/11/2022), pukul 11 00 WIB, beberapa pekerja dari Bagian Penerangan Jalan Umum PU Kota Bandarlampung mengawasi pemasangannya di depan RM Begadang II Enggal.

Salah satu pekerja mengatakan pemasangan lampu hias untuk mempercantik trotoar dan juga penerangan di Jalan Diponegoro hingga turun ke bawah (Kupangkota).

"Kami hanya memasang saja untuk keindahan jalan protokol," katanya. Soal adanya perda yang melarang pemasangan di trotoar, dia tidak tahu karena hanya diperintah Dinas PU untuk memasang saja.

Informasinya, proyek lampu hias tersebut ditangani Kabid Penerangan Jalan Umum Basuni. Poskota Lampung sudah berusaha mengkonfirmasikan ke  pihak-pihak kompeten Dinas PU. Namun, belum direspon hingga Rabu (23/11/2022).

Sekretaris Dinas PU kota Bandarlampung mempersilahkan Poskota Lampung minta penjelasan langsung ke Kasia PU Kota Bandarlampung. Kadis PU kota Bandarlampung Iwan Gunawan belum menanggapi konfirmasi lewat pesan whatsapp.

Sebelumnya, Kepala DPM-PTS Muhtadi Temenggung mengaku tidak pernah menerbitkan izin soal pengecoran trotoar yang dapat mengganggu pejalan kaki, termasuk kaum disabilitas yang menggunakan trotoar.

"DPM- PTS tidak pernah menerbitkan izin, kami berterima kasih ada informasi seperti ini dari foto yang kawan-kawan perlihatkan. Kami tidak mungkin mengeluarkannya karena ada perdanya," katanya, Jumat (18/11/2022) 

Sementara, Kadis Perumahan dan Pemukiman Yustam Efendi  membantah memberikan izin pengecoran di trotoar itu. "Karena kami tidak dilibatkan kalau kerjaan itu memang berizin jadi saya juga kurang tahu soal adanya coran di atas trotoar yang terlalu kedepan," katanya.

Halaman
1 2