Alzier: Warek II Unila Prof Asep Tak Layak Jadi Rektor Gantikan Aom

Kamis, 17 November 2022 22:11 WIB

Share
Alzier Dianis Thabranie (Foto Ist/Poskota Lampung)
Alzier Dianis Thabranie (Foto Ist/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Tokoh masyatakat Lampung, Alzier Dianis Thabranie (ADT) berpendapat Wakil Rektor (Warek) II Bidang Keuangan Unila Prof Asep Sukohar tak layak jadi kandidat rektor Universitas Lampung (Unila) untuk menggantikan Kharomani (Aom).

Bahkan, menurut Alzier, Prof Asep Sukohar bisa jadi tersangka juga atas keterlibatannya dalam dugaan suap PMB Fakultas Kedokteran Unila. "Turut serta juga bisa dikatakan dengan turut melakukan dugaan tindak pidana kejahatan tersebut," katanya.

Dalam hal ini sudah diatur pada Pasal 55 KUHP, mereka yang melakukan, yang menyuruh atau ikut melakukan perbuatan tersebut dihukum sebagai orang yang melakukan tindak pidana, ujar advokat yang tergabung dalam Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI).

"Kita harus kembalikan marwah Unila sebagai universitas kebanggaan daerah ini yang telah hancur lebur atas tertangkapnya Aom oleh KPK," ujar Koordinator Lembaga Pengawas Pembangunan Lampung (LPPL) itu.

Salah satu langkah awalnya, katanya kepada Poskota Lampung, Kamis malam (17/11/2022), Rektorat Unila nantinya, apa lagi rektor, harus bersih dari keterlibatan suap penerimaan mahasiswa baru (PMB).

Prof Asep Sukohar, menurut ADT, tak pantas masuk bursa calon rektor atas keterlibatannya dalam kasus dugaan suap terhadap Aom. Dari sidang PN Tanjungkarang, dia telah mengakui terima Rp750 juta dari 3 calon mahasiswa FK Unila. 

Terungkap juga, Rp100 juta dari "setoran" tersebut untuk pengganti kebutuhan kesehatan yang dikoordinir Prof Asep Sukohar untuk Muktamar ke-34 NU Lampung akhir Desember 2021. Sisanya, Rp650 juta, dia serahkan kepada Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila Budi Sutomo.

Berdasarkan Survey Laboratorium Politik Lokal dan Otonomi Daerah JIP FISIP Unila, Prof Asep Sukohar kandidat pertama calon rektor Unila. "Seharusnya semua civitas akademika Unila kompak menolak pencalonannya," tandas ADT. [HBM]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar