Presiden Tegaskan Sampai Saat Ini Penyaluran BSU Capai 7 Juta Orang, dan BLT BBM 19,7 Juta Penerima Manfaat

Selasa, 27 September 2022 12:31 WIB

Share
Presiden Joko Widodo saat meninjau penyaluran BSU dan BLT BBM. (setwapres) di Kantor Pos Baubau,(biro pres)
Presiden Joko Widodo saat meninjau penyaluran BSU dan BLT BBM. (setwapres) di Kantor Pos Baubau,(biro pres)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo menegaskan sampai saat ini penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sudah 48,3 persen, atau 7.077.000 (penerima), 

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat meninjau penyaluran bantuan dari pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat antara lain BSU dan  Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Baubau, Kota Baubau, Selasa (27/9/2022).

"Jadi, sampai saat ini untuk Bantuan Subsidi Upah yang sudah tersalur adalah 7.077.000 (penerima), artinya sudah 48,3 persen yang sudah tersalur. Ini terus berjalan dengan kecepatan yang saya lihat sangat baik," ucap Presiden. Dikutip Lampung.poskota.co.id dari laman Poskota.co.id

Selain itu, Kepala Negara menjelaskan bahwa realisasi penyaluran BLT BBM kepada masyarakat penerima manfaat juga sudah hampir mencapai target.

Presiden pun menargetkan bahwa penyaluran BLT BBM akan selesai pada akhir tahun ini. "Kemudian yang berkaitan dengan BLT BBM, realisasi sampai hari ini sudah 19,7 juta penerima manfaat, artinya sudah 95,9 persen, sudah hampir selesai. Sampai selesai, akhir tahun pasti selesai," tutur Kepala Negara.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyampaikan bahwa pemerintah akan menyerahkan BSU kepada sebanyak 79.675 masyarakat penerima manfaat di Sulawesi Tenggara.

"Bantuan Subsidi Upah ini memang dari Sabang sampai Merauke, untuk penerimaan di Sulawesi Tenggara sendiri, jumlah calon penerimanya ada 79.675 orang, yang disaksikan ini adalah di Kota Baubau, total penerima sampai sekarang di Sulawesi Tenggara ada 19.286 orang, sudah 24,21 persen," ujar Menaker.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungannya di Kantor Pos Baubau antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, dan Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse. [johara]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar