Petani Sawah Tubaba Tak Berjaya Akhir Tahun Ini, Suplai Air Tak Ada

Selasa, 27 September 2022 06:47 WIB

Share
Kabid Holtikultura Yayit (Foto Rohman/Poskota Lampung)
Kabid Holtikultura Yayit (Foto Rohman/Poskota Lampung)

LAMPUNG POSKOTA.CO.ID -- Sebagian petani tak  bisa berjaya musim tanam akhir tahun ini di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung. Mereka yang seharusnya bisa tanam mulai Oktober ini molor tiga bulan hingga awal tahun depan, Januari 2023.

Sebagian besar petani Tubaba tak bisa bercocok tanam awal bulan depan akibat suplai air tak ada dari Irigasi Way Rarem, kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultural, Yayit Zamhuri kepada Poskota Lampung, Senin (26/09/2022).

Penyebabnya, katanya mewakili Plt Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tubaba, adanya perbaikan Irigasi Way Rarem. "Ada perbaikan Irigasi Way Rarem sehingga tak bisa mensuplai kebutuhan air untuk penanaman padi di Kabupaten Tubaba," katanya.

Seharusnya, kata dia, penanaman padi  dimulai pada bulan Oktober nanti. Namun, karena ada perbaikan saluran irigasi maka penanamannya molor tiga bulan lebih, Januari 2023.

 

Lebih lanjut, Yayit mengatakan, adapun lahan yang nonirigasi seperti rawa-rawa maupun nyapah para petani dapat mulai menanam asalkan curah hujan cukupbdengan jenis benih Inpari, Ciherang, dan padi hibrida seperti Mapan.

Selain itu, ia menerangkan, perbaikan aliran irigasi Way Rarem ini telah diberitahukan kepada para petani pada jauh-jauh hari dapat menanam tanaman pengganti berupa ubi kayu dan jagung.

"Saya berharap, perbaikan irigasi Way Rarem ini dapat cepat selesai agar petani dapat bercocok tanam seperti semula," katanya.

Mudah-mudahan dengan perbaikan ini, tahun depan, petani dapat menanaman padi dua kali dalam setahun dengan masa tanam bulan Januari dan Juni," imbuhnya. [Man]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar