Temui Pemkot, Kemendagri Minta Segera Dibayar Gaji 1.166 Guru PPPK

Senin, 26 September 2022 19:40 WIB

Share
Itjen Depdagri Tumonggi Siregar (Foto.Hajim/Poskota Lampung)
Itjen Depdagri Tumonggi Siregar (Foto.Hajim/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Kemendagri menemui Pemkot Bandarlampung terkait belum dibayarnya 1.166 guru PPPK. Itjen Kemendagri Tumonggi Siregar minta dipercepat pembayarannya.

"Kami minta pemprov bisa mempercepat evaluasi APBDP Kota Bandarlampung supaya tidak menjadi masalah lagi,” katanya usai konferensi pers di Inspektorat Kota Bandarlampung, Senin (26/9/2022)

Dipastikannya, Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Pemkot Bandarlampung hadir dalam menyelesaikan masalah-masalah seperti ini. Tumonggi mengapresiasi respon cepat Pemkot Bandarlampung.

Terkait Pemkot Bandarlampung tidak punya uang bayar gaji PPPK dan minta dana tambahan dari pusat, menurut dia, pengalokasian anggaran PPPK guru harus mempertimbangkan PAD dan keadaan perekonomian kota setempat.

Masalah ini mencuat begitu para wakil menemui pengacara ternama Hotman Paris di Kopi Johni Kelapa Gading Jakarta, Senin pagi (26/9/2022).

Sekdakot Bandarlampung Sukarma Wijaya Pemkot Bandarlampung sudah cukup baik untuk menyelesaikannya. Namun, hal itu butuh proses, tidak seperti memakan cabe. "Ini hanya proses administrasi saja," katanya.

Dijelaskannya, penetapan PPPK yang berlangsung pada Februari dan Maret 2022, tahun anggaran sudah berjalan, sehingga tidak masuk APBD murni. Pemkot akan menganggarkannya pada APBD Perubahan.

"Kami alokasikan untuk dua bulan, yaitu bulan November dan Desember 2022," pungkas Sukarma. Dia mengatakan telah berkonsultasi dengan Komisi IV DPRD dengan berharap Pemerintah Pusat bisa ikut membayar gaji PPPK.

Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi mengatakan APBD Perubahan Tahun 2022 akan masuk Lembaran Daerah paling cepat 28 Oktober. "Kami minta Pak Sekda segera menyerahkan SPMT agar bisa dibayar gaji dan tunjangan guru pada bulan November 2022," katanya. [Hajim]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar