Plt Sekda Bandarlampung Akui Gaji 1.166 Guru PPPK Belum Dibayar, Tunggu APBDP

Senin, 26 September 2022 16:51 WIB

Share
Aksi guru PPPK, Sukarma Wijaya, dan Hotman Paris (Foto Net/Poskota Lampung)
Aksi guru PPPK, Sukarma Wijaya, dan Hotman Paris (Foto Net/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Plt Sekda Sukarma Wijaya membenarkan gaji 1.166 guru PPPK belum dibayar Pemkot Bandarlampung. SK pengangkatan sudah, tapi yang belum mungkin Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT).

Sukarma mengatakan hal itu terkait viralnya sejumlah wakil para guru dengan perjanjian kerja (PPPK) yang aksi curhat ke pengacara Hotman Paris di Kopi Johni, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Dijelaskannya pula ketika di-doorstop awak media di Novotel, di luar SK wali kota, ada SPMT dari kepala OPD yang dalam hal ini kepala Dinas Pendidikan (kadisdik). 

Dijelaskannya, gaji PPPK merupakan persoalan nasional. Awal pengangkatan guru PPPK, gaji ditanggung oleh pusat. Namun, dalam perjalanannya, daerah yang menanggungnya.

Untuk Kota Bandarlampung, Sukarma Wijaya mengatakan dianggarkan pada APBD Perubahan akhir bulan saja, November dan Desember 2022.  Irjen Inmendagri juga datang membahas hal ini ke Pemkot Bandarlampung.

Sebelumnya, dalam video yang viral, Hotman Paris menyatakan gaji para guru PPPK sudah turun dari Kementerian Keuangan dua kali, Rp43 miliar dan Rp38 miliar. Anggaran tersebut tak boleh digunakan apapun, hanya untuk guru PPPK. 

"KPK perlu turun!” tandasnya disambut gegap gempita para guru. Mereka mengatakam sudah minta perhatian Pemkot Bandarlampung hingga Komisi 10 DPR RI. Namun, hingga kini, tak juga cair. Dia juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melindungi para guru. 


Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandarlampung M. Ramadhan mengatakan bohong ada dana dari Kementerian Keuangan untuk gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Informasi dari mana itu, belum ada dana dari Kementerian Keuangan itu dan itu tidak ada," tandasnya kepada Poskota Lampung sambil berjalan ke ruang Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. [HBM/Hajim]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar