Mantu Celamitan Ibu Mertua Pun Dihamili

Sabtu, 24 September 2022 11:26 WIB

Share

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- MENANTU paling celamitan se Surabaya mungkin hanyalah Sudrajat (25).Bagaimana tidak, istri sendiri tak kunjung hamil, lha kok teganya malah menghamili ibu mertua Ny. Ngatinah, 39, yang sudah janda. Kontan istrinya, Aswinah (20), menuntut cerai. Dia pilih mengalah ketimbang janin di perut sang ibu tak punya ayah secara resmi.

Dunia semakin tua, kelakuan penghuninya makin aneh-aneh. Bapak hamili anak kandung, sudah sering terdengar beritanya. Juga mertua nebeng gauli mantu wanita, juga sudah ada jejak digitalnya. Mantu menggauli ibu mertua sendiri, juga beberapa kali terbetik beritanya. Benar-benar memalukan soal kemaluan.!

Sudrajat warga kota Surabaya lebih ekstrim. Dia bukan sekedar menggauli, tapi juga sekalian dibikin hamil si ibu mertua. Ini kan sangat ironis. Istri sendiri sudah 2 tahun tak kunjung hamil, giliran mertuanya, sekali sentuh langsung jadi, mirip tustelnya pelawak S. Bagyo. Dikutip Lampung.poskota.co.id dari laman Poskota.co.id

Ketika mantu Aswinah beberapa tahun lalu, status Ny.Ngatinah memang sudah jadi janda, karena suami sudah wasalam. Yang jadi wali kala itu paman Aswinah, dari garis ayah. Tapi ternyata sampai 2 tahun kok perut Aswinah tetap rata macam jalan tol Surabaya-Pasuruan. “Ini jangan-jangan karena mantuku impoten, tak mampu menjalankan “sunah rosul”, batin Ny. Ngatinah.

Tanpa sungkan dia lalu bertanya  pada mantu, apakah ada masalah dengan “hardware”-nya, sehingga “software” isrtri tetap kering kerontang macam lahan tanaman tak pernah disiram. Tentu saja dengan malu-malu Sudrajat menegaskan, semuanya berjala normal. Ibarat makan obat, dua kali seminggu sesendok makan, itu sudah rutin dilakukannya.

Untuk pembuktian terbalik secara terang-terangan, jelas Ny. Ngatinah merasa sungkan. Tapi dia kemudian sengaja memancing-mancing mantunya, tertarik nggak pada diri mertua yang jelek-jelek begini masih STNK juga. Jika tertarik dan berani uji coba, berarti normal-normal saja adanya. Kebetulan sejak suami meninggal Ny. Ngatinah tak pernah ganti olie, baik itu mesran maupun Topwan.

Ternyata menyaksikan posisi sang mertua yang seronok, Sudrajat jadi belingsatan juga. Nggak dilihat itu barang bagus, tapi dicicipi takut dosa. Tiba-tiba setan datang menyelinap, seraya berkata. “Dalam perspektif setan, mantu menggauli mertua itu bolah-boleh saja, sepanjang dua-duanya sama-sama ekhlas.” Kata setan penuh agitasi.

Akhirnya, Sudrajat rontok imannya, kalah sama “si imin”. Dosa ya dosa, nanti Lebaran bisa minta maaf. Maka dengan awalan nan santun “permisi Bu”, Ny. Ngatinah dilabrak habis. Dasar Ngatinah sendiri juga kesepian, ya bablaslah……keduanya larut dalam wisata asmara non halal.

Hal itu tak dilakukan hanya sekali, ibarat test drive sebuah mobil, Sudrajat harus bisa parkir dengan baik, bisa berhenti aman ketika jalan nanjak. Hasilnya, beberapa bulan kemudian perut ibu mertua pun menggelembung. Keruan saja semua kaget, lalu siapa pula aktor intelektualnya? Semula Pak RT mencurigai para lelaki di lingkungannya, terutama para duda yang sudah lama tidak menggelar serangan umum.

Ketika didesak, akhirnya Ny. Ngatinah mengaku, kerjasama nirlaba ini dilakukan denngan Sudrajat anak menantunya. Aswinah mau pingsan rasanya, sehingga langsung bilang, “Aku pegaten wae Mas, ibuku peken kabeh (ceraikan aku, dan ibuku ambilah semuanya”. Ternyata meski tak lazim, solusi ini bisa diterima seluruh keluarga. Ya sudah.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar