KPK Masih Dalami Keterlibatan Pejabat dalam Kasus Dugaan Korupsi Unila

Sabtu, 24 September 2022 16:23 WIB

Share
Juru Bicara KPK Ali Fikri (Foto HBM/Poskota Lampung)
Juru Bicara KPK Ali Fikri (Foto HBM/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Juru Bicara  KPK  Ali Fikri masih mendalami keterlibatan pejabat dalam kasus dugaan suap penerimaan jalur mandiri calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) 2022. 

Hingga kini, KPK belum bisa memastikan keterlibatan pejabat yang sempat mencuat dalam kasus dugaan suap penerimaan jalur mandiri calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) 2022.

Keterlibatan pejabat masih belum bisa dipastikan kebenarannya, masih didalami, informasi selain hasil pemeriksaan tidak bisa jadi barang bukti, katanya,  Sabtu (24/9/2022). 

Walau, kata Ali Fikri, KPK dalam proses penyidikan tidak pernah berhenti pada satu titik. Ketika ada informasi atau data yang dikirim oleh siapapun, KPK pasti akan kembangkan dan sangat mungkin ditindaklanjuti, katanya.

"Dugaan-dugaan di luar proses pemeriksaan, tidak bisa menjadi alat bukti," jelasnya. Ali berharap, agar laporan-laporan yang bisa dikembangkan oleh Tim Penyidik KPK bisa disampaikan langsung. Agar tidak terjadi simpang-siur. 

"Kami berharap, siapapun, ketika nanti tersangka diperiksa baik sebagai saksi atau sebagai tersangka, silahkan dibuka di depan tim penyidik KPK," katanya.

Sehingga, katanya, dapat dituangkan dalam berita acara dan menjadi alat bukti. Kalau disampaikan di ruang publik maka tidak mempunyai nilai pembuktian dalam suatu perkara,” tuturnya. 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus mendalami kasus yang menjerat Rektor Non Aktif Universitas Lampung (Unila) serta beberapa nama lainnya, termasuk kemungkinan bakal adanya penetapan tersangka baru.

"KPK akan terus kembangkan proses penyidikan sepanjang seluruh proses penyidikan ini ditemukan ada keterlibatan pihak lain berdasarkan kecukupan dua alat bukti baik dari keterangan saksi, dari dokumen, atau dari yang lain. Pasti KPK akan tetapkan pihak lain sebagai tersangka," bebernya pada Jumat (23/9/2022). 

Ali Fikri meminta semua pihak menunggu perkembangannya. Pasalnya, untuk penyidikan pemberi suap itu ada jangka waktu yaitu maksimal dua bulan,"harapnya 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar