Ada 6 Daerah Rentan Korupsi di Lampung, Paling Rentan di Lamtim

Sabtu, 24 September 2022 21:58 WIB

Share
Ali Fikri, Plt Sekda Kota Bandarlampung Sukarma Wijaya, Direktur Jejaring Pendidikan KPK vRi Aida Ratna Zulaiha, satu lagi Wahyu Dewantara Susilo (Foto Hajim/Poskota Lampung)
Ali Fikri, Plt Sekda Kota Bandarlampung Sukarma Wijaya, Direktur Jejaring Pendidikan KPK vRi Aida Ratna Zulaiha, satu lagi Wahyu Dewantara Susilo (Foto Hajim/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Ada enam daerah rentan korupsi di Lampung. Dari keenam kabupaten/kota itu, Kabupaten Lampung Timur paling rentan korupsi  hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2021 dengan skor: 51,99 persen.

Spesialis Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wahyu Dewantara Susilo mengatakan, hasil SPI Tahun 2021, daerah-daerah dan Provinsi Lampung memiliki nilai rata-rata SPI 69,3%, di bawah rata-rata nasional 72%.

Dia mengungkapkan hal ini saat kegiatan temu media dalam rangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK RI di a
Aula Pondok Rimbawan, Kamis (22/9/2022).

Dari nilai rata-rata SPI Lampung tersebut, beberapa daerah masuk dalam kategori sangat rentan, yakni Kabupaten Lampung Timur dengan nilai indeksnya 51% dan disusul kemudian Kabupaten Lampung Selatan 58 %, Lampung Tengah 62%, Tanggamus 65%, dan Kota Bandarlampung 65%. 

Dia mengatakan bahwa SPI memiliki nilai indeks dimulai dari nol hingga 100% dibagi empat kategori, yakni sangat rentan, rentan, waspada, hingga terjaga.

Antara 0-67,9% nilai indeksnya masuk dalam kategori sangat rentan, 68-73,6% masuk kategori rentan, 73,7-77,4% masuk waspada, 77,5 sampai 100% masuk terjaga.

Penyebab, bila melihat persoalan di sejumlah pemda di Lampung terkait korupsi ada pada suap, gratifikasi, pengaruh orang di luar organisasi, benturan kepentingan, dan penyelewengan anggaran.

Benturan kepentingan 49%, nepotisme sumber daya manusia (SDM) 34%, dan kedekatan pejabat 36%. Yang masih jadi PR KPK, jual beli jabatan 20% , penyelewengan anggaran perjalanan dinas dan honor sekitar 25%.

Bila melihat persoalan di sejumlah pemda di Lampung terkait korupsi ada pada suap, gratifikasi, pengaruh orang di luar organisasi, benturan kepentingan, dan penyelewengan anggaran.

"Persoalan suap, gratifikasi misalnya di Lampung tingkat risiko capai 23%, dengan Kabupaten Lampung Selatan paling tinggi mencapai 44%. Kemudian risikonya pengaruh orang luar dari organisasi, risikonya 20 persen untuk di provinsi dengan di Lampung Tengah tertinggi 50%," kata Wahyu. [Hajim]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar