Saksi Ahli JPU Cabut Kesaksian, Aktivis Merry Tak Pernah Rekrut Anak-Anak untuk Aksi Bela Islam

Kamis, 22 September 2022 22:09 WIB

Share
Saksi Ahli JPU Cabut Kesaksian, Aktivis Merry Tak Pernah Rekrut Anak-Anak untuk Aksi Bela Islam
Gunawan Pharrikesit, penasehat hukum Bunda Merry (Foto Miki/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Sidang lanjutan Bunda Merry, muncul lagi kejutan. Saksi ahli pidana mencabut kesaksiannya karena aktivis perempuan tersebut tidak terbukti merekrut anak-anak untuk Aksi Bela Islam.

Sebelumnya, dua saksi telah mencabut kesaksian bahwa aktivis perempuan tersebut merekrut anak-anak untuk Aksi Bela Islam pada 19 Maret 2022 di Kabupaten Lampung Utara.

Pada sidang lanjutannya di Pengadilan Negeri Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (22/9/2022), saksi ahli pidana dari jaksa penuntut umum (JPU), Dr Edy Rifai, mencabut kesaksiannya bahwa Bunda Merry bisa dikenakan pasal 76H jo 87, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Dr. Edy Rifai, terbukti dalam persidangan bahwa Bunda Merry tidak merekrut anak-anak dan berbohong sehingga hadir anak-anak pada Aksi Bela Islam pada tanggal 9 Maret 2022 lalu.

"Pasal 76H itu bisa dikenakan apabila Bu Merry terbukti merekrut dengan berbohong untuk hadirnya anak-anak dalam aksi damai Belai Islam tersebut." ujar dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila).

Dr Edy Rifai menyatakan dalam BAP kepolisian, dirinya diinfokan bahwa Bunda Merry telah berbohong dengan mengajak anak-anak ikut kegiatan keagamaan dan ternyata yang terjadi adalah aksi unjuk rasa.

"Fakta dalam persidangan terbukti bahwa keterangan Bunda Merry telah berbohong adalah tidak benar. Ini juga dibuktikan saksi fakta yang juga saksi kunci," katanya.

Saksi, Adi Setiadi mencabut BAP kepolisian di pengadilan dan menyatakan BAP di kepolisian merupakan fitnah, ujar kandidat profesor ini.

"Karena itulah, ketika saya menyatakan Bunda Merry patut dijadikan tersangka di BAP kepolisian, saya cabut dalam persidangan," katanya.

Penasihat Hukum Bunda Merry, Gunawan Pharrikesit, menyambut syukur dan megatakan bahwa ini bukti selama ini kliennya telah terkiminalisasi dengan sangkaan dan dakwaan pasal 76 H jo pasal 87, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar