Dua Pelaku DPO, Kasus Dugaan Persetubuhan Ditangkap Polres Tubaba

Kamis, 22 September 2022 12:58 WIB

Share
Dua Pelaku DPO, Kasus Dugaan Persetubuhan Ditangkap Polres Tubaba
Dua pelaku persetubuhan (foto Rohman/Lampung Poskota.co.id)

LAMPUNG POSKOTA.CO.ID -- Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,  mengungkap DPO kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap seorang anak perempuan di bawah umur, RW (16).

Kapolres Tubaba, diwakili Kasat Reskrim IPTU Dailami, S.H, memaparkan bahwa pelaku persetubuhan sebanyak 2 orang yakni yang pertama, NH (30) warga Bedeng Gumak PT.GMP Rt 001 Rw 001 Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah. Kemudian INS (22) warga Tiyuh (Desa) Panaragan Jaya Indah Rt 10 Rw 03, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT) Kabupaten Tubaba.

"Untuk penangkapan kedua pelaku tersebut. Ditangkap pada Rabu 21 September 2022 sekitar pukul 18.00 WIB," ungkap nya, (22/09/2022).

Adapun kronologi penangkapan kedua pelaku tersebut. Awal kejadian sekira pada hari Minggu tanggal 21 Maret 2021 sekira Jam 23.00 Wib di Kamar Kos-Kosan BRD Yang Beralamat di Tiyuh Pulung Kencana Kecamatan TBT, Kabupaten Tubaba, telah terjadi persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh kedua orang terduga Pelaku berinisial NH dan INS terhadap Korban an. RW (16).

 

Kemudian, dalam hal ini, keluarga korban melaporkan kasus dugaan persetubuhan tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat, setelah mengetahui keluarganya telah diperkosa oleh terduga pelaku NS dan INS. 

Saat diintrogasi petugas bahwa  NH mengakui telah melakukan persetubuhan dengan korban dan dilakukan secara bersama sama dengan temannya yang bernama INS pada malam minggu tanggal 23 maret 202.

Kemudian sekitar pukul 19.00 WIB Tim Tekab 308 Presisi Melakukan penangkapan terhadap Tersangka INS di Cafe Pasar Pulung Kencana. Setelah berhasil diamankan tanpa ada perlawanan dan oleh Tim Tekab 308, tersangka dibawa ke Polres Tubaba untuk dimintai keterangan. 

Terkait dengan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut, Kasatreskrim mengatakan pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 jo. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. (Man)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar