Timsel Bawaslu Lampung Abaikan Gender, Koalisi Aktivis Perempuan Lampung Tulis Surat Terbuka

Minggu, 7 Agustus 2022 08:38 WIB

Share
Aktivis perempuan Diah Dharma Yanti membacakan surat terbuka pada konferensi persnya (Foto Ist)
Aktivis perempuan Diah Dharma Yanti membacakan surat terbuka pada konferensi persnya (Foto Ist)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Koalisi Aktivis perempuan Lampung menulis surat terbuka agar Bawaslu RI meninjau kembali enam calon anggota Bawaslu Lampung yang tim seleksinya (timselnya) mengabaikan keterwakilan perempuan.

Ada tiga poin yang mereka tuntut lewat surat terbuka kepada Bawaslu RI tertanggal 5 Agustus 2022 yang direlis ke Poskota Lampung, Sabtu (6/8/2022), yakni:

1. Untuk menunda penetapan anggota Bawaslu Provinsi Lampung sampai terpenuhinya perintah kaidah hukum.

2. Membatalkan Keputusan Nomor: 025/TIMSEL.LA/08/2022 tertanggal 2 Agustus tentang Penetapan Calon Anggota Bawaslu Provinsi Lampung.

3. Menginstruksikan kepada Tim Seleksi Bawaslu Provinsi Lampung untuk melakukan seleksi ulang terhadap calon anggota Bawaslu Lampung hingga ada keterwakilan perempuan

Ketiga poin surat terbuka itu disampaikan berbagai wadah  perempuan yang terdiri dari politisi, akademisi, dan praktisi perempuan dalam daftar calon anggota Bawaslu Lampung periode 2022-2027.

Koalisi yang menggugat hasil timsel itu terdiri dari: 1. Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia Lampung (Aprilliati); 2. Kelompok Kajian Gender dan Pembangunan FISIP Unila (Handi Mulyaningsih); 3. Ketua DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia Lampung (Nenden Tresnanursari);

4. Aktivis Perempuan (Diah Dharma Yanti); 5. Ketua Posbakum Aisyiyah Lampung (Hayesti Maulida); 6. LETTS Talk (Renvi Liasari); 7. Kepala Pusat Pemberdayaan UML (Sulastri); 8. Caretaker Direksda PKBI Lampung (Budisantoso Budiman);

9. Akademisi Unila (Ari Darmastuti); 10. Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Lampung (Nurjanah); 11. Lembaga Children Crisis Center (Turaihan Aldi) 12. Direktur Lembaga Advokasi Anak Damar (Sely Fitriani); 13. Wanita Katolik (Elisabeth Sri Puryanti);

14. Direktur LPHPA (Tony Fisher); 15. Ketua Forum Advokat Perempuan Lampung (Nina Suzanti); 16. Ketua Ikatan Bidan Indonesia Lampung (Pundari); 17. Ketua Bundo Kandung Provinsi Lampung (Elmarosya); 18. Perempuan Timur; 19. dan Pengusaha (Syarifah). [HBM]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar