Pers dan Polda Lampung Ungkap Jurus Hadapi Gelombang Medsos

Sabtu, 25 Juni 2022 20:16 WIB

Share
Pers dan Polda Lampung Ungkap Jurus Hadapi Gelombang Medsos
Juniardi dan para pembicara lainnya (Foto Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Ada dua peristiwa berdekatan yang viral via medsos, yakni buruh dibayar uang mainan di Kabupaten Tulangbawang dan tilang di halaman dealer sepeda motor di Kota Bandarlampung. 

Luar biasa, dalam hitungan jam, kedua video tersebut viral dan bikin heboh. Setelah ada klarifikasi dari pihak berwajib, kedua kabar yang datang entah dari "langit" mana itu pun jadi terang benderang.

Uang mainan yang sampai Baim Wong datang menemui buruh tersebut ternyata "bisa-bisaannya saja" sang buruh sedangkan sepeda motor yang ditilang bukan pula viral oleh pemilik sepeda motor. Ujungnya, minta maaf.

Juniardi dari Sinarlampung.co mengurai soal ini pada Workshop Aliansi Jurnalistik Video (AJV) di Gedung Dewan Kesenian PKOR, Wayhalim, Kota Bandarlampung, Jumat siang (24/6/2022).

Sebelumnya, di FISIP Unila, Kamis (16/6/2022), Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsad mengulas tentang "Bijak Bermedsos, Saring Sebelum Sharing” yang diadakan RRI Bandarlampung.

Menurut Juniardi, kebebasan berekspresi merupakan hak dari setiap manusia yang telah diamanatkan dalam UUD 45 yang telah diamandemen pada Agustus 2000 dan UU 39 Rahun 1999 tentang HAM

Isi Amandemen, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Lalu, UU 39 Rahun 1999 tentang HAM,  Pasal 14 ayat (2) menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis sarana yang tersedia.

Salah satu media berekspresi yang paling banyak digunakan manusia modern saat ini, lanjut Juniardi, adalah internet. Media ekspresi di internet berupa blog pribadi, akun jejaring sosial, forum diskusi, wiki dan lain-lain. 

Siapa sangka, TV, radio dan media konvensional dalam hitungan tahun tergusur medsos (Youtube). Pers harus cepat menyesesuaikan dari arus deras  media sosial. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar