Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Tingkatkan Resiko Masalah Jantung, Ini Penjelasannya

Sabtu, 25 Juni 2022 12:29 WIB

Share
Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Tingkatkan Resiko Masalah Jantung, Ini Penjelasannya
Awas, Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Resiko Masalah Jantung(Foto/Pixabay)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Sebuah studi penelitian mengungkapkan kebiasaan duduk terlalu lama ternyata bisa berdampak buruk dan dapat meningkatkan resiko masalah jantung sebesar 50 persen.

Dilansir Poskota.co.id dari PMJ News, sebuah studi yang dipublikasikan dalam JAMA Cardiology menyatakan bahwa duduk dalam waktu yang lama dan perilaku sedenter atau tidak aktif merupakan kebiasaan yang berbahaya bagi jantung.

Melalui studi ini, tim peneliti menyelenggarakan survei terhadap lebih dari 100 ribu orang di 21 negara. Para partisipan yang terlibat dalam studi ini dipantau dengan rerata durasi 11 tahun. Dikutip Lampung.poskota.co.id dari laman Poskota.co.id

Selama pemantauan, tim peneliti melakukan penilaian mengenai dampak perilaku para partisipan terhadap risiko penyakit kardiovaskular.

Hasil studi menunjukkan bahwa partisipan yang terbiasa duduk selama enam hingga delapan jam per hari memiliki risiko 12-13 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian dini akibat penyakit jantung.

Partisipan yang terbiasa duduk lebih dari delapan jam per hari memiliki peningkatan risiko sebesar 20 persen. Melalui studi ini, tim peneliti juga menemukan hubungan menarik antara kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan kemampuan ekonomi suatu negara.

Meski kebiasaan duduk terlalu lama ditemukan di semua negara, kebiasaan ini lebih banyak menjadi masalah di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Berdasarkan temuan ini, tim peneliti memperkirakan bahwa kebiasaan duduk di negara berpendapatan tinggi cenderung berkaitan dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi dan pekerjaan yang menghasilkan gaji lebih baik.

Tim peneliti menambahkan ada serangkaian bukti yang menunjukkan bahwa kebiasaan sedenter mendorong tingginya angka penyakit jantung di negara Barat.

Tim peneliti juga menemukan bahwa kombinasi antara perilaku tidak aktif dan duduk turut berkontribusi pada 8,8 persen dari semua kematian. Angka tersebut cukup mendekati angka kontribusi rokok terhadap semua kematian.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar