Realisasi 20 Persen Dana Desa Tahun Anggaran 2022 di Tiyuh PJU

Kamis, 23 Juni 2022 17:19 WIB

Share
Realisasi 20 Persen Dana Desa Tahun Anggaran 2022 di Tiyuh PJU
Kepala Tiyuh PJU Supriyanto (Foto Rohman/Lampung.Poskota.co.id)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Pemerintah Tiyuh (Desa)  Panaragan Jaya Utama (PJU) Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung merealisasikan 20 persen Dana Desa (DD) TA 2022 untuk program ketahanan pangan nabati dan hewani.

Hal itu diungkapkan Kepala Tiyuh Panaragan Jaya Utama, Supriyanto.,SH saat dikonfirmasi Lampung.Poskota.co.id di Sekretariat Balai Tiyuh, Kamis (23/06/2022).

Menurut nya, program tersebut sesuai perintah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 tahun 2021 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2022.

"Menindak lanjuti perintah undang-undang tersebut mengamanatkan serta mewajibkan setiap Tiyuh agar menganggarkan dari DD 20 persen untuk program ketahanan pangan sebagai langkah pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," terangnya.

Adapun wujud ketahanan pangan yang kita lakukan yakni budidaya ikan lele sangkuriang, Pembelian bibit kambing kemudian akan kita belikan bibit buah sebanyak tiga jenis yakni, Alpukat, Durian dan Jambu Jamaika.

"Untuk budidaya ikan lele kita menyediakan kurang lebih 10.000 bibit ikan dan sudah diberikan kepada Dua kelompok, Yakni kelompok PKK dan Karang Taruna serta akan kita bagikan kepada masyarakat yang sudah menyiapkan tempat kolam ikan tersebut," paparnya.

sedangkan untuk kambing disediakan sebanyak 25 ekor dan sudah diberikan kepada 20 kelompok. Masing-masing  kelompok kita mendapatkan 1 ekor kambing namun untuk kelompok karang Taruna kita berikan 6 ekor kambing.

Selanjutnya, adapun untuk bibit buah-buahan kita belikan sebanyak 900 bibit yang mana dari ketiga jenis bibit tersebut masing-masing 300 batang, lalu kemudian akan  kita bagikan ke seluruh masyarakat PJU.

Dia menambah, khusus untuk ibuk PKK selain mengelola ikan, mereka juga mengelola Hortikultura dan Toga, yang mana untuk hortikultura mereka menanam sayuran dengan luas lahan 12 meter kali 50 sedangkan Toga mereka menanam bibit obat-obatan tradisional seperti jahe, kunyit, kencur dan lain sebagainya.

"Harapan saya dengan adanya pemberdayaan ini bisa meningkatkan perekonomian hidup masyarakat yang lebih baik lagi khusus nya masyarakat Panaragan Jaya Utama," imbuhnya [man]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar