Pembantu Digandrung Majikan, Pulkam Pun Rajin Mengantar

Kamis, 23 Juni 2022 08:48 WIB

Share
Pembantu Digandrung Majikan, Pulkam Pun Rajin Mengantar
(kartunis: poskota/ucha)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- WIYANTO (35) adalah lelaki idealis. Dia tak mau di rumahnya ada dikotomi majikan dan pembantu. Maka Kaminah, (28) benar-benar dimanjakan. Mau pulang kampung selalu diantar, bahkan tidur pun ditemani. Tentu saja istrinya, Yayuk, 30, naik pitam dan Kaminah di-PHK disusul gugat cerai ke PA Semarang.

Jaman Orde Baru dulu, para menteri Kabinet Pembangunan selalu bilang, hilangkan dikotomi antara sikaya dan simiskin. Kalau orang kaya dan orang miskin makan soto mie bareng, boleh! Tapi masyarakatnya sendiri, soal pembantu-majikan juga dikotomikan. Contohnya, ada kamar tidur dan WC khusus untuk pembantu. Majikan dan sopir juga banyak. Misalnya, kalau di rumah makan, sopir tak boleh makan satu meja. Dikutip Lampung.poskota.co.id dari laman Poskota.co.id

Wiyanto, warga kota Semarang tak mau seperti itu. Pembantunya tidak boleh nyempil tidur di kamar dekat dapur yang hanya berukuran 2x3 M. Kamar mandi juga begitu, semua pakai kamar mandi yang sama. Termasuk sabunnya, majikan pakai Lux, Kaminah pembantunya juga pakai sabun yang sama, tak harus pakai Sunlight sabun cair rasa jeruk. Maka bila sabun bisa ngomong, “Banyak cerita yang mesti kau saksikan, ho ho ho....ho ho ho ho......”

Saking sayangnya sama pembantu, saat Kaminah mencuci juga sering ditemani. Tapi ini ketika istri masih sibuk di kantornya. Jika istri di rumah, mendadak Wiyanto jaga jarak sama Kaminah, padahal Covid-19 sudah mereda. Kenapa begitu? Ini semua tak lebih pencitraan belaka. Dia tak mau dicurigai macem-macem oleh Yayuk istrinya.

Padahal aslinya, dia punya banyak gagasan macem-macem tentang pembantunya ini. Maklumlah, meski statusnya pembantu tapi Kaminah ini cantik dan seksi mengungkuli bini sendiri. Gila nggak, Wiyanto lebih bangga jalan bareng sama pembantu ketimbang sama Yayuk. Sebabnya ya itu tadi, penampilan istrinya ini sangat standar, sementara Kaminah ini kalau mobil bannya radial, stir sudah power stering, sehingga diongkek-ongkek tetap nyaman saja.

Memangnya Wiyanto pernah ngongkek-ongkek pambantunya? Bukan hanya pernah, ......sering! Maklumlah, Wiyanto yang kerjanya malam sementara istrinya siang, jadi jarang ketemu. Suami pulang, istri berangkat ke kantor. Jadi ketemu istri hanya di teras rumah saja. Ketemu agak lama hanya di hari Minggu saja. Tapi karena sudah ada Kaminah selaku tokoh alternatif, Yayuk jadi kurang menarik.

Tetangga dekat rumah pun diem-diem lalu ada yang kasih tahu pada Yayuk, tentang kelakuan Kaminah-Wiyanto. Tentu saja dia kaget sekali, apa iya sih. Yayuk baru percaya omongan tetangga, ketika Kaminah mau pulkam Wiyanto bersikeras untuk mengantarnya. “Sebagai keluarga yang bertanggungjawab, pembantu pulang harus diantar.” Kata Wiyanto meyakinkan istri.

Gombil......, batin Yayuk. Tapi saat Wiyanto mengantar Kaminah pulang ke Temanggung, diam-diam Yayuk membuntuti pakai ojek motor. Yayuk tersirap darahnya demi melihat Wiyanto cium kening Kaminah ketika sudah sampai rumah tujuan dan kembali ke Semarang. Tapi sejak itu Yayuk mulai meningkatkan kewaspadaan nasionalnya, agar suami tidak semakin kemlinthi.

Benar saja, ketika Yayuk pulang kantor 2 jam lebih cepat, dia mendapatkan Wiyanto berada di kamar pembantunya. Tidak jelas, sudah the end atau baru mau warming up. Yang jelas, karena merasa salah, Wiyanto langsung pergi, sementara Kaminah saat diinterogasi mengaku melayani majikan lelaki karena dipaksa. “Kejiat atau nikmat?” kata Yayuk kesal.

Kaminah langsung dikeluarkan. Bukan itu saja, Yayuk juga mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Semarang. Dia tak tahan lagi punya suami kelakuannya seperti Wiyanto, masak sama pembantu saja kok ya doyan.

Halaman
1 2
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar