Lambar Peringkat 9 Sistem Pencegahan Korupsi di Lampung

Kamis, 23 Juni 2022 21:24 WIB

Share
Lambar Peringkat 9 Sistem Pencegahan Korupsi di Lampung
(Foto Erwan/ Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID - Kabupaten Lampung Barat dinyatakan masuk dalam urutan ke 9 dari 15 Kabupaten dan Kota lainnya di Provinsi Lampung berdasarkan sistem Monitoring Centre for Prevention (MCP) pada akhir Desember 2021 lalu.

Hal tersebut diutarakan Bupati Lambar, Parosil Mabsus saat Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Ruang Rapat Pesagi Setdakab setempat bersama Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) Andy Purwana dan lainnya, Kamis (23/6/2022).

Diketahui, MCP merupakan aplikasi atau dashboard yang dikembangkan oleh KPK untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Terlebih, berdasarkan ketentuan Pasal 6 huruf b dan d UU No. 19 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 30 tahun 2002, KPK bertugas yang melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Serta KPK sebagai lembaga yang bertugas melaksanakan pelayanan publik, serta supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Data per 31 Desember 2021 Pemkab Lambar berada di urutan ke 9 dari 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung," ujar Pakcik.

Capaian tersebut menurutnya, berdasarkan hasil akumulasi mencapai bobot nilai 83,35 % dari berbagai prosentase item di lingkungan Pemkab setempat.

Seperti, Perencanaan dan penganggaran sebesar 75,4 %,  Pengadaan barang dan jasa 98,1 %, Perizinan 90,0%, Penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) 89,3%.

"Serta Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) 75,7%, Optimalisasi penerimaan daerah 67,1%, Pengelolaan barang milik daerah 77,8% dan Dana desa sebesar 85,9%," rinci Parosil Mabsus.

Diterangkan Parosil, capaian tersebut berdasarkan finalisasi penilaian setelah dilakukan monitoring dan evaluasi selama kegiatan tahun sebelumnya.

Halaman
1 2
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar