Oknum Dokter 'Nakal' Selingkuh Akan Diberi Sanksi Diberhentikan Sebagai ASN Tanggamus

Selasa, 21 Juni 2022 21:28 WIB

Share
Oknum Dokter 'Nakal' Selingkuh Akan Diberi Sanksi Diberhentikan Sebagai ASN Tanggamus
(Foto Zairi/Poskota Lampung)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Seorang oknum dokter 'nakal' yang terlibat dugaan perselingkuhan dengan Rz pegawai KUA Kecamatan BNS di BKPSDM akan dijatuhi sanksi berat pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN) yang bertugas di Puskesmas Siringbetik, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. 

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanggamus, Aan Derajat kepada Lampung.Poskota.co.id. Menurut dia, apabila keduanya terbukti melakukan perselingkuhan akan dijatuhi hukuman berat sampai pada pemberhentian sebagai pegawai negeri sipil.

" Saat ini keduanya masih dalam pembinaan Inspetorat dan BKPSDM dalam proses izin perceraian, " Jelas Aan Derajat kepada Lampung.Poskota.co.id. Selasa 21/6/22.

Ditambahkannya, Aan mengatakan saat ini masih dalam proses, atasannya langsung yang akan memanggil yang bersangkutan. 

"Kemudian hasilnya nanti akan diserahkan ke Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Tanggamus" imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sang oknum masih proses cerai, seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Siringbetik Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, diduga sudah serumah dengan Rz, pegawai KUA Kecamatan BNS. 

WH, suami dokter berinisial FJ mengatakan gugatan cerainya masih dalam proses di Pengadilan Agama Kabupaten Tanggamus. Dia menuntut pihak kompeten memberi sanksi jika dugaan tersebut terbukti.

Ia berharap yang bersangkutan diproses sesuai aturan yang berlaku, termasuk laki-lakinya juga mendapatkan sanksi dari instansinya, kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Menurutnya, Rz itu semestinya lebih paham dan tahu proses hukum yang berlaku. Karena kalau mereka sudah menikah, sementara perceraiannya belum ada putusan pengadilan. 

 "Apabila belum menikah, tapi sudah tinggal bersama, mereka diduga kumpul kebo, alangkah tidak beradapnya seorang pegawai Kantor Urusan Agama melakukan hal tersebut, "Jelasnya. [Zairi]

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar