Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 13 Mei 2022 08:59 WIB

Share
Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Gejala umum hepatitis akut. Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua disarankan untuk segera memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat. (ilustrator: poskota/suroso imam utomo)

LAMPUNG.POSKOTA.CO.ID -- Belum sempat pandemi Covid-19 berakhir, kini dunia kembali dibuat gempar dengan kehadiran penyakit hepatitis akut misterius. Penyakit yang belum diketahui secara pasti penyebabnya ini nyatanya menyerang pada kelompok anak usia 1 bulan hingga 16 tahun.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hepatitis akut pertama kali ditemukan di sejumlah negara di Eropa pada 23 April 2022. Kemudian, selang beberapa hari pada 27 April 2022, Indonesia menemukan 3 kasus dan saat ini, sebanyak 15 kasus hepatitis akut yang terdeteksi Kementerian Kesehatan. Dikutip Lampung.poskota.co.id dari laman Poskota.co.id

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan guna mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit hepatitis akut

Mengutip Sehat Negeriku Kemenkes, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI, Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, mengatakan bahwa gejala umum penyakit hepatitis akut ditandai dengan mual, muntah, sakit perut, diare, disertai demam ringan.

Gejala hepatitis akut juga bisa terjadi semakin berat dengan ditandai air kencing yang berwarna pekat, seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua disarankan untuk segera memeriksa ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Tentu kondisi ini membuat masyarakat, khususnya para orang tua khawatir akan kehadiran penyakit ini. Namun, Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, menyarankan kepada orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dengan langkah awal menjaga kebersihan diri dan lingkungan. 

 

“Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” jelasnya.

Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melalukan tindakan pencegahan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler